K
가사
Debu menari di sela cahaya Bau tanah basah mulai menyapa Gubuk tua ini masih sama Hanya sunyi yang terasa lama Aku menyapu daun yang kering Jangkrik bernyanyi di balik dinding Rak kayu tua mulai rapuh Buku tani bersampul kumuh Tahun tujuh puluh dua tertulis Tintanya pudar hampir habis Kakek mencatat musim dan benih Dengan jemari yang tak letih Lalu jatuh selembar kertas tua Wangi kenangan mulai terbuka Bukan soal harta atau benda Hanya baris penuh makna doa Cinta tak harus selalu bicara Ia bersembunyi di sela doa Di dalam gubuk yang tua Di setiap peluh yang punya Hal kecil yang ia jaga Menjadi pelipur lara selamanya Suara burung gereja di dahan Membawa damai dalam ketenangan Kakek tak pernah beri permata Hanya kasih dalam tiap kata Ia merawat nenek lewat ladang Menanam rindu saat hari siang Kini aku duduk di teras Merasakan damai yang sangat jelas Waktu mungkin berlalu sangat cepat Namun rasa ini tetap lekat Seperti akar di dalam tanah Cinta mereka tak pernah patah Di antara halaman tujuh dua Ada cinta yang takkan tua Cinta tak harus selalu bicara Ia bersembunyi di sela doa Di dalam gubuk yang tua Di setiap peluh yang punya Hal kecil yang ia jaga Menjadi pelipur lara selamanya
댓글 (0)
불러오는 중…