akustik folk

Teduh di Pematang

Bintang

75 plays · 0 favorites · 5:58

Lyrics

Harum tanah basah memeluk sukma
Gerimis telah reda di batas senja
Duduk sendiri di teras kayu
Menatap padi yang mulai melayu
Angin berhembus membawa rindu
Pada sebuah masa yang telah berlalu

Bocah kecil berlari di pematang
Mengejar capung yang terbang melayang
Tawanya pecah membelah sepi
Mengingatkanku pada janji hati
Langkah yang ringan tanpa beban
Menjadi cermin sebuah kenangan

Teringat aku pada tuturmu
Kakek tua yang dulu membimbingku
Suaramu parau namun menenangkan
Menghalau gundah dalam kebisingan

Gagal itu bukan luka abadi
Hanya cara bumi menguji diri
Terimalah tanpa amarah di dada
Seperti air mengalir ke muara
Syukur ini seluas cakrawala

Ooo... mengalir tenang
Ooo... hati yang lapang

Kau bilang hidup tak harus menang
Kadang kita jatuh di jalan gersang
Lihatlah hijau yang masih tersisa
Tuhan tak pernah benar-benar lupa
Setiap perih simpanlah rapi
Menjadi pupuk di ladang hati

Kini kusentuh dinginnya kayu
Meresapi pesan di balik bayu
Tak ada dendam pada sang waktu
Semua mengalir menjadi satu

Gagal itu bukan luka abadi
Hanya cara bumi menguji diri
Terimalah tanpa amarah di dada
Seperti air mengalir ke muara
Syukur ini seluas cakrawala

Langit tak perlu berteriak biru
Untuk membuktikan dia itu teduh
Aku belajar dari diammu yang tulus
Melepas beban yang terasa menghunus
Kuterima takdir dengan halus

Gagal itu bukan luka abadi
Hanya cara bumi menguji diri
Terimalah tanpa amarah di dada
Seperti air mengalir ke muara
Syukur ini seluas cakrawala

Ooo... mengalir tenang
Ooo... hati yang lapang
Semua akan pulang

Comments (0)

0/500

Loading…

Related Tracks