Sumpah Tiang Seri
Faris63 plays
Api unggun menari di gigi air Jingga senja melukis wajah takdir Pasir melekat di parut yang terukir Langkah si musafir kini berakhir Layar yang koyak ditiup bayu Hati yang retak kembali rindu Di ufuk sana menara sayu Menanti hamba yang kian layu Oh tanah pusaka yang ku puja Hanya padamu jiwa mendongak doa Biar jasad hancur menjadi debu Takkan ku biarkan kau diganggu Gema takbir di ruang kalbu Inilah janji anak cucumu (Koir: Maruah... Daulat... Tanah...) Lautan luas telah ku redah Pahit getirnya tidakkan mudah Pedang di tangan menjadi sakah Demi maruah yang tidak rebah Bayangan masjid di hujung pandang Mengingatkan daku saat berjuang Tiada lagi niat nak berpaling pulang Kecuali menang atau terkorban di padang Oh tanah pusaka yang ku puja Hanya padamu jiwa mendongak doa Biar jasad hancur menjadi debu Takkan ku biarkan kau diganggu Gema takbir di ruang kalbu Inilah janji anak cucumu Tanah airku... Nadi hidupku... (Gendang dipalu menggila) (Strings memuncak tinggi) Ku cium tanah di pangkal jalan Mengalir air mata keinsafan Segala derita dan pengorbanan Terbayar sudah dalam pelukan Darah yang tumpah jadi taruhan Demi kedaulatan masa hadapan Oh tanah pusaka yang ku puja Hanya padamu jiwa mendongak doa Biar jasad hancur menjadi debu Takkan ku biarkan kau diganggu Gema takbir di ruang kalbu Inilah janji anak cucumu (Koir: Maruah... Daulat... Tanah...) Pulanglah...
Loading…