Pandan dan Garam
Faris17 plays
Debur ombak memecah tukun (Hey!) Layar tua tersandar santun Di tebing ini aku berhimpun Memohon doa serta ampun Berdekad lama di rantau orang Mengejar bayang yang kian gersang Kini ku berdiri di ufuk petang Melihat jalan yang dulu terang Harum cengkih menusuk kalbu Asap dapur rindu menggebu Kubah emas di hujung desa Mengajak pulang jiwa yang lara Tanah airku tumpah darahnya Segala khilaf aku akuinya Setia ini tetap membara Walau jasad dimamah usia Di sini cinta aku sematkan Janji abadi aku pertaruhkan Pulanglah wahai musafir Ke pangkuan kasih yang zahir Bayang layar di air tenang Mengimbas duka yang belum menang Air mata jatuh ke pasir Menyiram gersang yang kian mencair Aku mengaku kalah pada ego Yang dulu membakar seperti fuego Kini ku tunduk di bumi saksi Tempat bermula segala janji Tanah airku tumpah darahnya Segala khilaf aku akuinya Setia ini tetap membara Walau jasad dimamah usia Di sini cinta aku sematkan Janji abadi aku pertaruhkan (Koir Lelaki Masuk) Ooo... Bangkitlah wahai jiwa Ooo... Pulanglah pada asalnya (Vokal meninggi, orkestra memuncak) Lihatlah mentari memerah nurbisa Menghapus segala dosa dan noda Aku kembali! Aku kembali! Demi tanah yang aku cintai! (Klimaks dalam D Major) Tanah airku tumpah darahnya! Segala khilaf aku akuinya! Setia ini tetap membara! Walau jasad dimamah usia! Di sini cinta aku sematkan! Janji abadi aku pertaruhkan! Kembali ke pelukan bonda Tiada lagi duka mendada Kembali ke pangkuan nusa Abadi dalam nafas dan rasa Senja kian melabuh tirai Segala rindu kini terurai Bau tanah mencerita kisah Tentang hamba yang tamat gelisah
Loading…