Teduh di Pematang
Bintang재생 75회
Roda bis ini terus berputar Menembus kabut yang kian memudar Di balik kaca yang mulai kusam Kulihat senja yang kian menghitam Aku pulang dengan sisa tenaga Membawa rindu yang tak terduga Angin gunung menyapa pori Mengingatkan janji yang kuberi Dulu aku pergi dengan ambisi Kini kembali mencari tradisi Pulang ke pelukan tanah basah Menaruh lelah yang kian gelisah Gubuk teh tua saksi bisu kita Kini membisu menyimpan cerita Rumah tak lagi terasa sama Hanya tawa lama yang bergema Bau tanah ini masih sama Meski waktu telah lama membina Jarak yang membentang luas Kini berakhir dengan napas puas Lihatlah lereng hijau di sana Tempat kita merajut wahana Bekas gubuk itu hampir runtuh Seperti hatiku yang tak lagi utuh Percakapan kecil di masa lalu Kini menjelma menjadi pilu Suara burung di dahan jati Menyambut aku yang hampir mati Oleh hiruk pikuk kota yang kejam Tempat nurani sering terancam Pulang ke pelukan tanah basah Menaruh lelah yang kian gelisah Gubuk teh tua saksi bisu kita Kini membisu menyimpan cerita Rumah tak lagi terasa sama Hanya tawa lama yang bergema Aku berdiri di depan pintu Menatap bayang di atas batu Tak ada lagi sambutan hangat Hanya sepi yang terasa sangat Waktu mencuri segalanya Menyisakan aku dan lukanya Tanah merah ini mulai lembap Menelan semua kata yang hinggap Aku bicara pada bayangan Tentang hidup dan kehilangan Ibu tak lagi duduk di beranda Hanya rindu yang kian melanda Ayah pun sudah lama beristirahat Di bawah nisan yang mulai berkarat Pulang ke pelukan tanah basah Menaruh lelah yang kian gelisah Gubuk teh tua saksi bisu kita Kini membisu menyimpan cerita Rumah tak lagi terasa sama Hanya tawa lama yang bergema Bau tanah ini masih sama Meski waktu telah lama membina Jarak yang membentang luas Kini berakhir dengan napas puas
불러오는 중…