Asap Terakhir
Kirana60 回再生
Di lorong sunyi perpustakaan Menyimpan ribuan kerinduan Jilid kulit tua yang kusam Membawa rahasia yang kelam Lilin lebah perlahan meleleh Di atas meja yang letih merintih Harpsichord berdenting pelan Menyambut bayang di kegelapan Flute alto meniupkan duka Pada jiwa yang pernah terluka O, surat yang tak terkirim Di bawah langit yang bermusim Aroma lily kering menyapa Cinta lama yang tak terlupa Kau bayang di balik tirai Rindu ini takkan terurai Di meja kayu yang membeku Kau hidup dalam setiap buku (Ooh, harmoni melayang) (Aah, rindu yang terlarang) (Ooh, gema yang memanggil) (Aah, di kastil yang mungil) French horn bergema di kejauhan Membawa pesan dari keabadian Tinta hitam kini telah membiru Menceritakan kisah yang kelabu Debu menari di cahaya redup Seperti napas yang hampir menutup String section mulai berayun Dalam melodi yang turun beruntun Grand piano menyentuh kalbu Menghapus sisa-sisa debu O, surat yang tak terkirim Di bawah langit yang bermusim Aroma lily kering menyapa Cinta lama yang tak terlupa Kau bayang di balik tirai Rindu ini takkan terurai Di meja kayu yang membeku Kau hidup dalam setiap buku Waktu berhenti di abad ini Misteri yang takkan terbagi Manis dan getir bersatu Dalam balutan kain beludru Kita adalah gema yang hilang Menunggu fajar yang tak kunjung terang O, surat yang tak terkirim Di bawah langit yang bermusim Aroma lily kering menyapa Cinta lama yang tak terlupa Kau bayang di balik tirai Rindu ini takkan terurai Di meja kayu yang membeku Kau hidup dalam setiap buku
読み込み中…