Sutra dan Hujan
Kirana14 riproduzioni
Di sudut ruang yang berdebu Cahaya jatuh di atas bangku Lampu kristal menatap kaku Hening memeluk seluruh buku Menyimpan rahasia yang bisu Di balik sampul kulit yang kaku Aroma melati yang mengering Dan bau kamper yang berdering Terselip di antara lembar bening Kisah lama yang tak lagi asing Oh tinta hitam tahun lima puluh Cinta yang diam tak pernah runtuh Di halaman ini kau tetap utuh Meski waktu membuatmu rapuh Kau berbisik di sela jemari Abadi di dalam sepi yang menyepi Kau menari di sorot mentari Menjadi hantu yang paling kucintai Tahun lima puluh satu tertera Huruf miring penuh asmara Nama yang asing tapi terasa Membawa hangat ke dalam dada Seperti teh yang seduhannya sisa Di cangkir retak yang tak lagi berharga Jejak jemari yang pernah menekan Setiap kata yang tak terucapkan Kini di tanganku kau kulepaskan Dari lemari yang lama kau nantikan Oh tinta hitam tahun lima puluh Cinta yang diam tak pernah runtuh Di halaman ini kau tetap utuh Meski waktu membuatmu rapuh Kau berbisik di sela jemari Abadi di dalam sepi yang menyepi Kau menari di sorot mentari Menjadi hantu yang paling kucintai Benda-benda diam ini bicara Tentang rindu yang tak punya suara Harpsichord berdenting di kepala Membasuh luka yang tak lagi menyala Celesta berbunyi di balik tirai Menenun mimpi yang takkan terurai Oh tinta hitam tahun lima puluh Cinta yang diam tak pernah runtuh Di halaman ini kau tetap utuh Meski waktu membuatmu rapuh Kau berbisik di sela jemari Abadi di dalam sepi yang menyepi Kau menari di sorot mentari Menjadi hantu yang paling kucintai
Caricamento…