Sisa Luka di Lereng Bukit
Bintang68 écoutes
Rintik sore jatuh di atas genteng Kontrak habis, dompet mulai enteng Lantai kosan dingin tanpa alas Hidup ini memang kadang ampas Kuambil jaket biru yang berdebu Menemukan sesuatu yang kaku Terselip kertas putih yang kusam Jejak belanja di hari yang silam Dua botol teh dan satu roti Nama kasirnya sudah tak lagi asli Dulu ini bukti kita pernah ada Sekarang cuma sampah di saku dada Lucu juga melihat angka ini Total harga yang pernah kita bagi Saat itu dunia terasa milik kita Meski sekarang aku kehilangan kerja Ternyata tidak sesakit itu Melihat namamu di kertas saku Cuma ngilu tipis seperti angin Masuk dari jendela yang dingin Aku tertawa kecil sendiri Sambil menyeduh mi di sore hari Ngilu yang lembut saja Seperti aroma hujan di jendela Biasa saja Semuanya sudah reda Tintanya pudar dimakan waktu Sama seperti janji manismu dulu Aku ingat kita berebut kembalian Untuk beli es krim di pinggiran Sekarang struk ini cuma pengingat Bahwa hidup pernah terasa sangat hangat Tak ada amarah yang tersisa Cuma nostalgia yang tak memaksa Aku duduk di sudut tempat tidur Menata hati yang perlahan terukur Ternyata tidak sesakit itu Melihat namamu di kertas saku Cuma ngilu tipis seperti angin Masuk dari jendela yang dingin Aku tertawa kecil sendiri Sambil menyeduh mi di sore hari Suling bambu terdengar dari jauh Menemani jiwaku yang tak lagi gaduh Besok mungkin aku cari kerja baru Atau sekadar melipat baju yang biru Terima kasih untuk struk belanja ini Menutup cerita dengan cara yang sunyi Biarkan dia hancur di tempat sampah Bersama lelah yang sudah tumpah Sudah tumpah Sudah pasrah Ternyata tidak sesakit itu Melihat namamu di kertas saku Cuma ngilu tipis seperti angin Masuk dari jendela yang dingin Aku tertawa kecil sendiri Sambil menyeduh mi di sore hari Ngilu yang lembut saja Seperti aroma hujan di jendela Biasa saja Semuanya sudah reda
Chargement…