Sutra dan Hujan
Kirana14 Wiedergaben
Lantai kayu berderit tua Debu menari di cahaya Laci lemari yang terkunci Menyimpan rahasia abadi Di balik cermin retak ini Kutemukan kotak yang sunyi Kertas kuning aroma mawar Membuat jantungku bergetar Tulisan tangan yang kukenal Cinta yang dulu tak masuk akal Empat puluh tahun terpendam Dalam sunyi malam yang kelam Ternyata setiap kuas di wajahku Adalah doa dari hatimu Permen manis di atas meja Bukan sekadar sapaan manja Kau mencintai dalam bayang Saat aku di panggung terang Kau di sana Dalam hampa Menjaga cinta Selamanya Engkau yang merapikan sanggul Tanpa kata hanya merangkul Tatapanmu di balik lensa Menyimpan rindu yang tak kuasa Setiap bedak yang kau sapukan Adalah belaian yang tertahan Kini aku baru mengerti Siapa yang menjaga hati Surat-surat yang tak terkirim Menghangatkan musim yang dingin Empat puluh tahun terpendam Dalam sunyi malam yang kelam Ternyata setiap kuas di wajahku Adalah doa dari hatimu Permen manis di atas meja Bukan sekadar sapaan manja Kau mencintai dalam bayang Saat aku di panggung terang Waktu berlalu seperti tarian Kita terjebak dalam penantian Sepatu baletku sudah usang Tapi cintamu tetaplah terang Mengapa kita tak pernah bicara? Hanya lewat mata dan rahasia Kini aku menua sendiri Membaca suratmu di sini Air mata jatuh perlahan Bukan duka tapi kehangatan Terima kasih untuk setiamu Di setiap hela napas bisumu Empat puluh tahun terpendam Dalam sunyi malam yang kelam Ternyata setiap kuas di wajahku Adalah doa dari hatimu Permen manis di atas meja Bukan sekadar sapaan manja Kau mencintai dalam bayang Saat aku di panggung terang Kau di sana Dalam hampa Menjaga cinta Selamanya
Wird geladen…