Surat dari Abu
Bintang60 次播放
Dingin gunung menusuk tulang Lampu desa mulai membayang Langkah kaki terasa berat Membawa rindu yang kian berkarat Aspal hitam saksi bisu Tentang lelah yang membeku Goresan luka di pergelangan Sisa perih kerasnya jalanan Kota mencuri semua waktuku Hingga ku lupa jalan pulangku Ego ini terlalu tinggi Menghancurkan mimpi yang murni Tujuh musim berganti rupa Kesombongan buatku buta Kini kulihat atap rumahmu Masihkah ada tempat untukku? Dan pecah tangis di pelukanmu Ibu maafkan keras kepalaku Tujuh tahun kau tetap menanti Di teras rumah yang sepi ini Tak ada kata yang sanggup bicara Hanya detak jantung yang mereda Aku pulang Ke pelukanmu Aku datang Menembus pilu Bau tanah dan wangi kopi Menyambut jiwa yang hampir mati Kau tak bertanya kemana saja Hanya senyum di balik senja Tanganku kasar penuh noda Namun kau dekap tanpa jeda Bayang malam kian menjauh Letih ini mulai berlabuh Kulihat rambutmu kian memutih Menanggung rindu yang paling pedih Dan pecah tangis di pelukanmu Ibu maafkan keras kepalaku Tujuh tahun kau tetap menanti Di teras rumah yang sepi ini Tak ada kata yang sanggup bicara Hanya detak jantung yang mereda Maafkan aku yang terlalu egois Meninggalkanmu dalam tangis yang gerimis Kota itu hanya memberi luka Namun kau adalah satu-satunya surga Tempatku pulang Tempatku tenang Aku bersimpuh di kakimu Menghapus debu di langkahmu Jangan lepaskan Jangan biarkan aku pergi lagi Dan pecah tangis di pelukanmu Ibu maafkan keras kepalaku Tujuh tahun kau tetap menanti Di teras rumah yang sepi ini Tak ada kata yang sanggup bicara Hanya detak jantung yang mereda Aku pulang Ke pelukanmu Aku datang Menembus pilu Sisa luka ini Biar jadi saksi Bahwa cinta ibu Takkan pernah mati
加载中…