Es Teh di Peron Dua
Kirana46 การเล่น
Hujan turun lagi di jendela buram Kafe tua ini masih bau asam Dulu kita duduk di kursi yang goyang Bicara soal masa depan yang terang Tapi kau tahu itu cuma bualan Saat kita masih buta arah jalan Sekarang kau cuma angka di layar Update statusmu bikin aku nanar Kau tampak sibuk dengan filter baru Sedangkan aku masih dengan sepatu biru Ooh manisnya cuma sebentar Seperti kopi yang cepat hambar Tak perlu diulang tak usah diputar Waktu berlalu kita sudah berpencar Ooh kabarmu hanya di layar Kenangan kecil yang mulai memudar Tanpa sesal dan tanpa getar Kita sudah tak lagi sejajar (Ooh-ooh-ooh) Cuma sore itu saja (Ooh-ooh-ooh) Tak usah kau tanya mengapa Lihat fotomu di pinggir pantai Gayamu sekarang sungguh terlalu santai Basa-basi di kolom komentar Seperti komedi yang kurang pintar Apa kabar teman yang dulu sejalan? Kini cuma tahu lewat postingan Kau sibuk pamer menu makan siang Aku di sini masih merasa riang Tak ada rindu yang perlu dirawat Hanya memori yang lewat sekelebat Ooh manisnya cuma sebentar Seperti kopi yang cepat hambar Tak perlu diulang tak usah diputar Waktu berlalu kita sudah berpencar Ooh kabarmu hanya di layar Kenangan kecil yang mulai memudar Tanpa sesal dan tanpa getar Kita sudah tak lagi sejajar Di antara asap rokok dan tawa hampa Ada rasa yang kini sudah tak ada Mungkin dulu kita memang hebat Sebelum ego membuat kita berdebat Cukup jadi cerita di buku berdebu Aku tak ingin lagi mencari tahu Ooh manisnya cuma sebentar Seperti kopi yang cepat hambar Tak perlu diulang tak usah diputar Waktu berlalu kita sudah berpencar Ooh kabarmu hanya di layar Kenangan kecil yang mulai memudar Tanpa sesal dan tanpa getar Kita sudah tak lagi sejajar (Ooh-ooh-ooh) Cuma sore itu saja (Ooh-ooh-ooh) Tak usah kau tanya mengapa (Ooh-ooh-ooh) Semua sudah berbeda (Ooh-ooh-ooh) Biarkan saja di sana
กำลังโหลด…