Sore di Jendela Kaca
Kirana55 воспр.
Di pojok ini aku sembunyi Menghirup aroma kopi tubrukmu Sinar mentari mulai meredup Membasuh lantai yang kau sapu Lembut jemarimu menyentuh kayu Aku terpaku diam membisu Lipatan rapi saputangan itu Terselip manis di saku kiri Kau tertawa lepas pada debu Nada yang hanya aku yang tahu Setiap gerakmu jadi lagu Menemani sore yang membiru Ingin kusapa namun lidah kelu Hanya berani menatap bayangmu Biarlah jarak ini jadi batas Cinta yang tumbuh tanpa bekas Rahasia ini biar kusimpan Dalam cangkir yang mulai mendingin Tak perlu kau tahu namaku Cukup kulihat senyummu Di sela debu dan waktu Manis asam yang kurindu Hanya aku dan jingga Menatapmu dari jauh saja Hanya aku dan jingga Menatapmu dari jauh saja Meja nomor empat kau rapikan Kursi kayu pelan kau geserkan Ada remah rindu tertinggal Di antara sunyi yang kekal Kau tak menoleh ke sudut ini Tempatku memeluk sepi sendiri Matahari hampir benar terbenam Lampu kafe mulai berpendar suram Flugelhorn meniup nada kelam Perasaan ini semakin dalam Namun biarlah tetap terpendam Di dalam hati yang paling diam Rahasia ini biar kusimpan Dalam cangkir yang mulai mendingin Tak perlu kau tahu namaku Cukup kulihat senyummu Di sela debu dan waktu Manis asam yang kurindu Hanya aku dan jingga Menatapmu dari jauh saja
Загрузка…