Es Teh di Peron Dua
Kirana46 воспр.
Dingin lantai menyentuh kulit Napas ini terasa sulit Ada suara yang memanggil Dari sudut yang terpencil Kupikir itu hanya mimpi Nyatanya kau ada di sini Kunci itu sudah patah Segala takut jadi amarah Kau merangkak keluar debu Menagih janji kepadaku Beri dia ruang bernapas! Ikatan ini harus lepas! Jangan lagi kau sembunyi! Di balik pintu yang mati! Aku terima semua luka! Kini mataku t’lah terbuka! Bawa aku kembali Jangan lagi kau lari Bawa aku kembali Dulu aku sangat malu Melihat wajah masa lalu Kukunci kau di ruang gelap Biarkan dirimu tersedap Namun tembok itu runtuh Kau kembali dengan utuh Napasmu terasa sangat nyata Membakar habis semua dusta Kau bukan lagi halusinasi Kau adalah bagian esensi Beri dia ruang bernapas! Ikatan ini harus lepas! Jangan lagi kau sembunyi! Di balik pintu yang mati! Aku terima semua luka! Kini mataku t’lah terbuka! Maafkan aku yang dulu Yang membuatmu membatu Ambil alih raga ini Kita satu mulai kini Jangan takut pada terang Kita sudah menang perang Beri dia ruang bernapas! Ikatan ini harus lepas! Jangan lagi kau sembunyi! Di balik pintu yang mati! Aku terima semua luka! Kini mataku t’lah terbuka! Bawa aku kembali Jangan lagi kau lari Bawa aku kembali Kita sudah kembali
Загрузка…