Goresan Penutup
Bintang72 воспр.
Badai telah lelah Ombak mulai pasrah Di atas menara ini Aku masih berdiri Menghitung tiap detik Dalam sunyi yang mencekik Cello mulai merintih Luka lama kian perih Kurogoh saku baju Foto usang yang membatu Wajah kecil yang ceria Kini entah di mana dia Peluit kapal memanggil Suaranya terasa ganjil Menagih janji yang mati Di dalam rongga hati Aku penjaga samudra Namun gagal jadi ayah Lentera ini saksi bisu Ribuan kapal pulang ke tumpu Namun putraku sendiri Kehilangan arah di hati Kujaga cahaya untuk asing Saat hidupnya makin kering Cahaya ini membutakanku Dari kasih yang kubutuhkan dulu Ooh, gema di menara Ooh, sunyi yang membara Ingatanku mulai samar Tentang langkah di kamar Tentang tawa yang hilang Saat aku sibuk menghadang Karang yang ingin memangsa Setiap nyawa yang tersisa Peluit kapal memanggil Suaranya terasa ganjil Menagih janji yang mati Di dalam rongga hati Aku penjaga samudra Namun gagal jadi ayah Lentera ini saksi bisu Ribuan kapal pulang ke tumpu Namun putraku sendiri Kehilangan arah di hati Kujaga cahaya untuk asing Saat hidupnya makin kering Cahaya ini membutakanku Dari kasih yang kubutuhkan dulu (Trompet tunggal melengking tajam) AKU BERTERIAK PADA ANGIN! MENGAPA TUGAS INI DINGIN? SATU DUNIA KUSELAMATKAN SATU DARAH KULUPAKAN! (Snare drum memukul keras) TUHAN, LIHATLAH TANGANKU! PENUH GARAM BUKAN RINDU! AKU TERIKAT PADA TUGAS MESKI JIWAKU TAK PERNAH LEPAS! Lentera ini saksi bisu Ribuan kapal pulang ke tumpu Namun putraku sendiri Kehilangan arah di hati Kujaga cahaya untuk asing Saat hidupnya makin kering Cahaya ini membutakanku Dari kasih yang kubutuhkan dulu Kembalilah, oh anakku Maafkanlah, oh cahayaku
Загрузка…