Asap Tomyam Malam Hujan
Zara39 воспр.
Langit petang kian menghitam Hujan turun membawa dendam Di beranda simen yang kusam Cintaku kini kian tenggelam Cawan teh ini sudah pun sejuk Hati yang rindu kian merajuk Bau asap dapur jiran sebelah Mengingatkan saat kau pernah singgah Namun kini kau pilih melangkah Meninggalkan aku dalam gelisah Jari mengusap sisa cincin ini Tanda cinta yang kau biarkan mati Tanpa alasan kau pergi menjauh Meninggalkan jiwa yang kian rapuh Bukan jeritan yang aku lepaskan Cuma rindu diam yang ku simpan Beban di dada kian menghimpit Luka yang lama terasa perit Terasa perit Jiwa yang sakit Dalam sempit Cinta berbaur pahit Bunga kemboja gugur ke lantai Putihnya suci kini telah berkecai Loceng basikalmu hilang di kabus Harapan kita kini telah pupus Kau batalkan janji sepihak saja Membiarkan duka terus bermanja Hujan lebat membasah bumi Membawa pergi mimpi yang murni Cawan teh sejuk di hujung jari Menanti kamu yang takkan kembali Jari mengusap sisa cincin ini Tanda cinta yang kau biarkan mati Tanpa alasan kau pergi menjauh Meninggalkan jiwa yang kian rapuh Bukan jeritan yang aku lepaskan Cuma rindu diam yang ku simpan Beban di dada kian menghimpit Luka yang lama terasa perit Mengapa diam menjadi bicara Di saat hati dilanda lara Cincin ini saksi bisu Tentang janji yang menjadi debu Aku bertahan dalam kesunyian Mencari erti sebuah kesetiaan Jari mengusap sisa cincin ini Tanda cinta yang kau biarkan mati Tanpa alasan kau pergi menjauh Meninggalkan jiwa yang kian rapuh Bukan jeritan yang aku lepaskan Cuma rindu diam yang ku simpan Beban di dada kian menghimpit Luka yang lama terasa perit Terasa perit Jiwa yang sakit Dalam sempit Cinta berbaur pahit
Загрузка…