Sisa Kopi dan Jingga
Bintang18 reproduções
Bau oli bekas meresap di jaket kulit Denting rel kereta menyapa langit Kunci sepuluh dan baut yang karat Dulu di sini hidup terasa hebat Kita tertawa di atas lantai semen Sambil berbagi sebatang sisa permen Sekarang semua tinggal cerita lama Tanah ini sudah berganti nama Suara mesin berganti sunyi Di bawah beton yang berdiri bunyi Kini gedung tinggi menjulang angkuh Markas lama kita sudah runtuh Hanya sisa tawa di bawah lampu Tersapu waktu dan hilang membatu (Yeah, biarkan dia pergi) Ooo, sisa oli di tangan Ooo, hanya tinggal kenangan Si Iwan merantau entah ke mana Budi pun hilang ditelan suasana Dulu kita raja di pinggir rel malam Bicara mimpi sampai langit hitam Kini aspal itu tertutup taman Yang tak kenal arti persaudaraan Aku berdiri di trotoar yang asing Mendengar bising yang terasa pening Tak ada lagi deru knalpot pecah Hanya AC yang berputar dengan lelah Kini gedung tinggi menjulang angkuh Markas lama kita sudah runtuh Hanya sisa tawa di bawah lampu Tersapu waktu dan hilang membatu (Lord, have mercy on my soul) (Harmonika meratap) Geser gelasmu, kawan lama Slide gitar ini bicara tentang trauma Bukan marah, cuma sedikit heran Betapa cepat dunia minta bayaran Honky-tonk piano bernyanyi sumbang Meratapi sejarah yang kini terbuang (Suara drum brush melambat) Lihat jendela di lantai dua puluh Dulu di sana kita peluh bertumpu Sekarang orang berdasi yang punya Kita cuma debu di bawah kakinya Aku tersenyum mengisap cerutu Menatap tembok yang kaku membisu Biarlah apartemen itu megah Kenangan kita takkan pernah kalah Meski markas sudah jadi lobi Aku tetap bangga dengan sisa oli Kini gedung tinggi menjulang angkuh Markas lama kita sudah runtuh Hanya sisa tawa di bawah lampu Tersapu waktu dan hilang membatu Ooo, biarkan beton itu bicara Ooo, kita punya cerita membara Ooo, sisa oli di tangan Ooo, abadi dalam kenangan
Carregando…