balada pilu

Kemboja Gugur di Beranda

Zara

58 reproduções · 0 favoritos · 5:00

Letra

Langit petang kian menghitam
Hujan turun membawa dendam
Di beranda simen yang kusam
Cintaku kini kian tenggelam
Cawan teh ini sudah pun sejuk
Hati yang rindu kian merajuk

Bau asap dapur jiran sebelah
Mengingatkan saat kau pernah singgah
Namun kini kau pilih melangkah
Meninggalkan aku dalam gelisah

Jari mengusap sisa cincin ini
Tanda cinta yang kau biarkan mati
Tanpa alasan kau pergi menjauh
Meninggalkan jiwa yang kian rapuh
Bukan jeritan yang aku lepaskan
Cuma rindu diam yang ku simpan
Beban di dada kian menghimpit
Luka yang lama terasa perit

Terasa perit
Jiwa yang sakit
Dalam sempit
Cinta berbaur pahit

Bunga kemboja gugur ke lantai
Putihnya suci kini telah berkecai
Loceng basikalmu hilang di kabus
Harapan kita kini telah pupus
Kau batalkan janji sepihak saja
Membiarkan duka terus bermanja

Hujan lebat membasah bumi
Membawa pergi mimpi yang murni
Cawan teh sejuk di hujung jari
Menanti kamu yang takkan kembali

Jari mengusap sisa cincin ini
Tanda cinta yang kau biarkan mati
Tanpa alasan kau pergi menjauh
Meninggalkan jiwa yang kian rapuh
Bukan jeritan yang aku lepaskan
Cuma rindu diam yang ku simpan
Beban di dada kian menghimpit
Luka yang lama terasa perit

Mengapa diam menjadi bicara
Di saat hati dilanda lara
Cincin ini saksi bisu
Tentang janji yang menjadi debu
Aku bertahan dalam kesunyian
Mencari erti sebuah kesetiaan

Jari mengusap sisa cincin ini
Tanda cinta yang kau biarkan mati
Tanpa alasan kau pergi menjauh
Meninggalkan jiwa yang kian rapuh
Bukan jeritan yang aku lepaskan
Cuma rindu diam yang ku simpan
Beban di dada kian menghimpit
Luka yang lama terasa perit

Terasa perit
Jiwa yang sakit
Dalam sempit
Cinta berbaur pahit

Comentários (0)

0/500

Carregando…

Faixas Relacionadas