Ratu Debu dan Belati
Kirana50 main
Tas kanvas ini terasa berat Membawa mimpi yang sudah sekarat Katalog pameran yang tak pernah buka Hanya coretan penuh duka Sisa karet pematung di saku Menertawakan ambisi kaku Dulu aku takut tertinggal jauh Berlari kencang hingga peluh Namun kini semua terasa lucu Melihat rencana yang membeku Persetan dengan angka dan usia Aku tak mau jadi manusia sia-sia Hancurkan semua jam dinding itu Aku tak butuh restu darimu Bebas dari bayang-bayang semu Menemukan warna yang baru Aku tidak terlambat Jiwaku kini berdaulat Tak perlu lagi berdebat Lantai galeri kini sudah sunyi Tak ada lagi yang harus kucari Karet ini biar tetap jadi sisa Tanpa bentuk yang dipaksa Ekspektasi kalian aku buang Ke dalam jurang yang paling dalam Dulu aku takut tertinggal jauh Berlari kencang hingga peluh Namun kini semua terasa lucu Melihat rencana yang membeku Persetan dengan angka dan usia Aku tak mau jadi manusia sia-sia Hancurkan semua jam dinding itu Aku tak butuh restu darimu Bebas dari bayang-bayang semu Menemukan warna yang baru (Whisper) Lihat aku sekarang (Scream) Aku tak lagi terkekang! Bukan gagal hanya berganti arah Tak ada lagi kata menyerah Lini masa ini adalah milikku Bukan milik ambisi masa lalu Biarkan distorsi ini bicara Tentang lega yang tak terkira Menertawakan diri yang lama Dalam hangatnya rasa kecewa Persetan dengan angka dan usia Aku tak mau jadi manusia sia-sia Hancurkan semua jam dinding itu Aku tak butuh restu darimu Bebas dari bayang-bayang semu Menemukan warna yang baru Aku tidak terlambat Jiwaku kini berdaulat Tak perlu lagi berdebat
Memuatkan…