Sutra dan Hujan
Kirana14 diputar
Kaca patri pecah di sudut mata Debu menari dalam sorot cahaya Aula tua ini menyimpan rahasia Tentang kita yang pernah bertahta Di atas panggung tanpa penonton Menghitung waktu yang kian menurun Sutra kursi memudar jadi abu Bau kayu putih dan mawar layu Menyelinap di antara sela bahu Wangi mewah dalam sepi yang kaku Kita adalah simfoni yang buntu Menunggu nada yang tak kunjung menyatu Separuh liontin perak kukembalikan Janji abadi yang kini kutinggalkan Hanya gema yang memantul di dinding Tanpa tujuan hanya suara hening Akustik aula ini menipu kita Cinta hanyalah pantulan hampa Denting harpsichord mulai menjauh Lapis harmoni yang kian meluruh Ooh ooh ooh Kemewahan yang runtuh Kita berbisik di baris kelima Menunggu konduktor yang takkan ada Kau janjikan makam yang sama nanti Di bawah langit yang paling sunyi Namun logam ini terasa dingin Ditiup paksa oleh sang angin Sutra kursi memudar jadi abu Bau kayu putih dan mawar layu Menyelinap di antara sela bahu Wangi mewah dalam sepi yang kaku Kita adalah simfoni yang buntu Menunggu nada yang tak kunjung menyatu Separuh liontin perak kukembalikan Janji abadi yang kini kutinggalkan Hanya gema yang memantul di dinding Tanpa tujuan hanya suara hening Akustik aula ini menipu kita Cinta hanyalah pantulan hampa French horn meratap di ujung lorong Harapan kita ternyata kosong Piccolo menjerit di atas kepala Menertawakan duka yang membara Lihatlah debu ini merayakan kita Menjadi saksi matinya kasta Cinta yang megah kini tak bersisa Satu not untuk kenangan Dua not untuk kehilangan Tiga not untuk kebenaran Bahwa selamanya adalah kebohongan Lampu aula mulai meredup pelan Kulepas perak dari genggaman Biarkan ia menyentuh lantai kayu Bersama mimpi yang sudah layu Tak ada lagi yang perlu dibawa Selain sunyi yang kian bernyawa Separuh liontin perak kukembalikan Janji abadi yang kini kutinggalkan Hanya gema yang memantul di dinding Tanpa tujuan hanya suara hening Akustik aula ini menipu kita Cinta hanyalah pantulan hampa Denting harpsichord mulai menjauh Lapis harmoni yang kian meluruh Ooh ooh ooh Kemewahan yang runtuh
Memuat…