Sisa Wangi di Ujung Jari
Kirana93 diputar
Tetes air di balik kaca Kau datang tanpa ada kata Duduk tenang di sudut meja Membawa luka cerita lama Kopi hitam ini mendingin Seperti hatiku yang membatin Kau menatapku penuh tanya Seolah tak pernah ada dosa Ingatkah kau ruang rapat itu? Saat kau buat aku membatu Kau lempar aku ke serigala Demi tahta dan nama saja Jantungku dulu sempat berhenti Oleh belati yang kau beri Aku tak butuh permintaan maaf Dendam lama sudah kuanggap sah Kau bukan lagi batu sandungan Hanya bayang di masa kenangan Luka itu jadi bahan bakar Membuatku tumbuh makin akar Lihat aku tenang menatapmu Tanpa ada benci di hatiku Bahan bakar jiwaku Bahan bakar langkahku Kau hanya debu Kau bicara tentang kesuksesan Seolah kita teman sejalan Aku tersenyum sangat datar Menikmati riuh yang memudar Dulu aku hancur berkeping Saat kau buat aku terasing Kini suaramu hanya desis Di tengah hujan yang gerimis Tak ada lagi getar ketakutan Atau amarah yang tertahan Kau lihat aku yang sekarang Bukan lagi jiwa yang malang Aku tak butuh permintaan maaf Dendam lama sudah kuanggap sah Kau bukan lagi batu sandungan Hanya bayang di masa kenangan Luka itu jadi bahan bakar Membuatku tumbuh makin akar Lihat aku tenang menatapmu Tanpa ada benci di hatiku Terang datang gantikan mendung Tak ada lagi yang terselubung Aku berterima kasih padamu Kau ajarkan aku cara maju Aku kuat karena kau jahat Aku hebat karena kau khianat Aku lepas Aku bebas Aku tak butuh permintaan maaf Dendam lama sudah kuanggap sah Kau bukan lagi batu sandungan Hanya bayang di masa kenangan Luka itu jadi bahan bakar Membuatku tumbuh makin akar Lihat aku tenang menatapmu Tanpa ada benci di hatiku Bahan bakar jiwaku Bahan bakar langkahku Kau hanya debu
Memuat…