Goresan Penutup
Bintang72 diputar
Jam dua pagi Di teras ini Angin malam memeluk sepi Teh tawar mendingin lagi Gelas kaca retak di tepi Mengingat semua yang t'lah pergi Sepeda tua di sudut sana Warnanya merah dimakan cuaca Dulu ia teman kita berkelana Menembus hujan mencari bahagia Kini ia diam tanpa suara Menua dalam karat dan lara Tiba-tiba wajahnya melintas Di antara asap yang lepas Porsi nasi yang selalu dilebihkan Saat dompetku sedang kelelahan Belum sempat aku berucap Terima kasih yang mengendap Kini warung itu sudah tertutup Dan rindu ini tak kunjung cukup Hanya doa yang ku kirim pelan Di sela malam yang kian kelam Kebaikanmu tak akan hilang Meski kau tak lagi datang (Glockenspiel berdentang lembut) Sunyi ini milik kita Tentang hutang yang tak terkata Sunyi ini milik kita Tentang hutang yang tak terkata Ingat keriput di sudut matanya Sambil menyodorkan segelas doa "Makanlah dulu," begitu katanya Tanpa tanya kapan aku bayarnya Dunia ini terasa begitu ramah Di dalam warung kayu yang rendah Kebaikan kecil yang terlupakan Ternyata akar yang menguatkan Aku sibuk mengejar dunia Sampai lupa pada yang berjasa Kini hanya sisa penyesalan Di tengah sunyi yang berkepanjangan Belum sempat aku berucap Terima kasih yang mengendap Kini warung itu sudah tertutup Dan rindu ini tak kunjung cukup Hanya doa yang ku kirim pelan Di sela malam yang kian kelam Kebaikanmu tak akan hilang Meski kau tak lagi datang (Glockenspiel berdentang lembut) Sunyi ini milik kita Tentang hutang yang tak terkata Sunyi ini milik kita Tentang hutang yang tak terkata
Memuat…