blues renta

Wap Kenangan Lorong Malam

Zara

95 diputar · 0 favorit · 5:22

Lirik

Wap nasi panas naik menjulang
Hujan lebat menitis di kanvas usang
Bunyi loceng basikal tua memecah tenang
Lumpur di kasut getah belum terbuang
Malam ini jiwaku rasa sangat lapang
Melihat cahaya lampu yang kian terang

Air bah dulu naik setinggi dada
Kau pergi jauh hilang tanpa berita
Tinggalkan janji dan segala dusta
Hanya air mata yang menjadi harta

Lampu kuning warung saksi bisu
Menyuluh sisa luka yang makin lesu
Senyum pelanggan setia pengubat rindu
Bungkus nasi lemak hangat penenang kalbu
Tak perlu lagi aku terus merayu
Pada cinta yang sudah lama layu

Sambal merah membakar duka
Di lorong gelap aku merdeka

Hati ini sudah tenang
Biar duka dibawa terbang

Tangan lincah lipat daun pisang hijau
Hati yang dulu kini tidak lagi kacau
Walau guruh di langit mula berkicau
Semangatku tidak akan pernah kemarau
Jangan biarkan air mata meracau
Biarlah duka itu pergi menghimbau

Hujan lebat terus membasah bumi
Tapi jiwaku tidakkan pernah sepi
Kulihat cahaya di hujung jalan ini
Membawa aku keluar dari mimpi

Lampu kuning warung saksi bisu
Menyuluh sisa luka yang makin lesu
Senyum pelanggan setia pengubat rindu
Bungkus nasi lemak hangat penenang kalbu
Tak perlu lagi aku terus merayu
Pada cinta yang sudah lama layu

Bukan dendam yang aku simpan lama
Bukan lagi tangis dalam kegelapan saksama
Cuma ada syukur dalam setiap irama
Hidup ini satu medan perjuangan utama
Aku berdiri teguh atas kaki sedia
Menyambut hari dengan penuh rasa bahagia

Duduklah sini di kerusi plastik biru
Dengar cerita lama yang sudah haru
Kini aku mulakan langkah yang baru
Tanpa bayangmu yang sentiasa memburu

Lampu kuning warung saksi bisu
Menyuluh sisa luka yang makin lesu
Senyum pelanggan setia pengubat rindu
Bungkus nasi lemak hangat penenang kalbu
Tak perlu lagi aku terus merayu
Pada cinta yang sudah lama layu

Hati ini sudah tenang
Biar duka dibawa terbang
Cahaya warung tetap terang
Esok hari pasti kan menang

Komentar (0)

0/500

Memuat…

Lagu Terkait