Sore di Jendela Kaca
Kirana55 écoutes
Gerimis jatuh di kaca Senja merayu di kota Aroma kopi yang pekat Membawa kenangan dekat Langkahmu terhenti di sana Di ambang pintu yang terbuka Degup jantungku tak menentu Saat matamu menatapku Ruang sempit ini membisu Menanti sapa yang ragu Masih ada rasa yang sama Tersimpan rapi di dalam dada Dulu kita diam seribu bahasa Kini hujan jadi saksi rahasia (Ooh, rahasia kita) Ingin kucurahkan segala Yang tertinggal di masa lalu kita Uap hangat di jemari Cerita lama kembali lagi Jangan pergi dulu Tetaplah di sini bersamaku Uap hangat di cangkirmu Mencairkan bekunya waktu Kau tersenyum tipis saja Seperti dulu yang kupuja Tak ada kata yang sanggup Melukis rindu yang menetap Jarak bertahun pun runtuh Saat jemarimu menyentuh Meja kayu yang kusam itu Menghapus semua pilu Masih ada rasa yang sama Tersimpan rapi di dalam dada Dulu kita diam seribu bahasa Kini hujan jadi saksi rahasia (Ooh, rahasia kita) Ingin kucurahkan segala Yang tertinggal di masa lalu kita Andai waktu bisa diputar Mungkin takkan ada yang pudar Di antara rintik yang syahdu Aku merindukan sosokmu Lebih dari yang kau tahu Lebih dari sekadar rindu Kursi kayu saksi bisu Tentang rindu yang membelenggu Tak perlu banyak kata terucap Cukup tatapan yang kita dekap Biarkan semesta yang bicara Tentang kita yang sempat terjeda Langit mulai menggelap Namun hatiku kian menetap Masih ada rasa yang sama Tersimpan rapi di dalam dada Dulu kita diam seribu bahasa Kini hujan jadi saksi rahasia (Ooh, rahasia kita) Ingin kucurahkan segala Yang tertinggal di masa lalu kita Uap hangat di jemari Cerita lama kembali lagi Jangan pergi dulu Tetaplah di sini bersamaku
Chargement…