Sisa Wangi di Ujung Jari
Kirana93 Wiedergaben
Rintik jatuh pelan Membasuh jalan Aroma kopi hangat Terasa sangat Menenangkan jiwa Yang sedang jeda Di sudut meja kayu Menunggu rindu Pintu tua berderit Langkahmu sedikit Mendekat ke arahku Masa laluku Kau tersenyum tipis Manis dan puitis Seperti dulu lagi Di sore hari Detik jam melambat Kita tak terpikat Hanya sapaan rindu Yang tak lagi membeku Di antara uap cangkir Doa yang mengalir Cukup begini saja Duduk bersahaja Menikmati kenangan Tanpa harapan Hanya rasa syukur Yang takkan luntur Tentang kita yang dulu Indah berlalu Ooh, biarkan ia tenang Ooh, di peluk petang Garis wajahmu beda Banyak cerita Yang tak perlu terucap Dalam sekejap Suling kayu bernyanyi Di sudut sepi Menemani gerimis Yang tak lagi menangis Detik jam melambat Kita tak terpikat Hanya sapaan rindu Yang tak lagi membeku Di antara uap cangkir Doa yang mengalir Cukup begini saja Duduk bersahaja Menikmati kenangan Tanpa harapan Hanya rasa syukur Yang takkan luntur Tentang kita yang dulu Indah berlalu Tak ada lagi sesal Di jalan yang aspal Hanya hangat jemari Menyentuh hari Biarkan ia terbang Menjadi bayang Yang paling tenang Cukup begini saja Duduk bersahaja Menikmati kenangan Tanpa harapan Hanya rasa syukur Yang takkan luntur Tentang kita yang dulu Indah berlalu Ooh, biarkan ia tenang Ooh, di peluk petang Senyummu masih sama Meski tak lagi utama Kita hanya dua orang Yang pernah saling sayang Di bawah langit mendung Cinta tak lagi terkungkung Cukup begini saja Duduk bersahaja Menikmati kenangan Tanpa harapan Hanya rasa syukur Yang takkan luntur Tentang kita yang dulu Indah berlalu
Wird geladen…