Sisa Kopi dan Jingga
Bintang18 Wiedergaben
Debu menari di rak tua Buku usang terbuka jua Aroma mawar yang mengering Di sela lembar yang kekuning Jari menyentuh sampul kulit Membuka kisah yang sedikit sulit Namun manis untuk diingat Di sore hari yang sangat hangat Detak jam dinding beradu Mengingat satu waktu yang syahdu Terselip secarik kertas putih Tanpa ada rasa yang perih Hanya getar di ujung jari Tentang janji yang kita beri Oh, musim semi tahun enam puluh dua Kopi dan tawa di meja yang sama Tulisan tanganmu masih terbaca Cinta yang singkat tapi selamanya Harpsichord berdenting di kepala Senyumku merekah tiada tara Indah meski kita tak bersama La la la, enam puluh dua La la la, musim yang ceria Serbet kertas penuh coretan Tentang mimpi dan juga harapan Kau bilang aku tampak konyol Dengan dasi yang sedikit benjol Kita tertawa di sudut kafe Mendengar lagu di piringan tape Bau hujan dan melati muda Saat dunia masih terasa reda Buku ini saksi bisu Tentang rindu yang tak berdebu Buku ini saksi bisu Tentang aku dan juga kamu Oh, musim semi tahun enam puluh dua Kopi dan tawa di meja yang sama Tulisan tanganmu masih terbaca Cinta yang singkat tapi selamanya Harpsichord berdenting di kepala Senyumku merekah tiada tara Indah meski kita tak bersama Flute meniupkan nada yang lama Oboe menyahut dengan irama French horn bergaung dengan megah Melepas semua rasa yang lelah Kita tak pernah sampai ke sana Namun hidup tetaplah sempurna Dalam kotak antik yang berharga Oh, musim semi tahun enam puluh dua Kopi dan tawa di meja yang sama Tulisan tanganmu masih terbaca Cinta yang singkat tapi selamanya Harpsichord berdenting di kepala Senyumku merekah tiada tara Indah meski kita tak bersama La la la, enam puluh dua La la la, musim yang ceria
Wird geladen…